Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Mulai hari ini, Minggu (31/5/2020), pemerintah daerah Malang Raya sepakat melalui masa transisi menuju new normal life atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19. 

Masa transisi ini diberlakukan usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya yang telah berakhir pada Sabtu (30/5/2020) malam.

Baca Juga : Siap Masuk New Normal, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Masyarakat tentang Hal Berikut

Selama masa transisi yang berlangsung satu pekan ke depan, pemerintah daerah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mulai bersiap dengan berbagai skema. 

Salah satu yang diperkuat adalah pedoman hidup sehat berdampingan dengan Covid-19.

Untuk Kota Malang sendiri, salah satu persiapan yang dibuat adalah gerakan meminum jamu atau ramuan empon-empon. 

Minuman empon-empon ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan merebus bahan-bahan tanaman yang kaya akan kandungan senyawa baik. 

Gerakan ini diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, di samping penerapan protokol kesehatan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, gerakan mengkonsumsi empon-empon tak dijelaskan secara spesifik di dalam Peraturan Wali Kota Malang, melainkan memang lebih digerakkan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Tak diatur dalam peraturan secara spesifik. Tapi ini akan menjadi gerakan sebagai pilihan bagi masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh," terangnya.

Selain gerakan untuk mengkonsumsi empon-empon, masyarakat juga diajak untuk melakukan pola hidup sehat. 

Di antaranya dengan selalu berolahraga dan beraktivitas sesuai dengan kebutuhan. 

Masyarakat juga diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Dan tetap, protokol kesehatan jadi yang paling utama di setiap kegiatan," tegasnya.

Empon-empon yang bisa digunakan, misalnya jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lain-lain.

Baca Juga : Tren Penularan Isolasi Mandiri Jadi Perhatian, Pemkot Malang Maksimalkan Rumah Karantina

Sebelumnya, Guru Besar Universitas Brawijaya, Profesor Sutiman Bambang Sumitro menyampaikan, saat ini masyarakat dituntut untuk bisa hidup berdampingan dengan Covid-19. 

Perbekalan pola hidup sehat yang salah satunya dengan memanfaatkan kearifan lokal seperti obat-obatan atau jamu-jamuan tradisional menurutnya perlu dilakukan penelitian lebih jauh.

Terlebih, dari berbagai penelitian telah menyebut jika virus Covid-19 bisa menyebar ke berbagai sela kehidupan manusia. 

Salah satunya dengan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di masing-masing daerah.

Sehingga, pemerintah juga harus melepaskan ketergantungan masyarakat pada obat-obatan yang diproduksi negara lain, melainkan mulai fokus menyelesaikan masalah melalui sumber daya yang dimiliki sendiri. 

Salah satunya juga dengan mengandalkan obat herbal yang sudah dimanfaatkan nenek moyang Indonesia sejak dulu.

"Riset seharusnya mengarah pada kebiasaan yang ada di negeri kita. Karena bagaimanapun orang-orang negeri kita yang tahu kondisi masyarakat," tambahnya.

Dia juga menyampaikan jika keberadaan obat herbal saat ini sudah banyak dimanfaatkan oleh dunia. 

Terbukti, ada banyak perusahaan farmasi di luar negeri yang selama ini memproduksi obat herbal dan seluruh bahannya mengimpor dari Indonesia.