Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Selama beberapa hari terakhir, beberapa daerah Indonesia mengalami suasana panas yang luar biasa. Laporan pencatatan meteorologis, suhu maksimum udara yang terjadi pada siang atau tengah hari di Indonesia dalam lima hari terakhir berada dalam kisaran 34 hingga 36 derajat celcius.

Bahkan, beberapa daerah juga dilaporkan  mengalami suhu lebih dari 36 derajat celcius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena udara gerah.

Baca Juga : DLH Kota Malang Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan dan Pilah Sampah dari Rumah

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal  menyampaikan, fenomena udara gerah merupakan fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi. Tetapi tetap menjaga kesehatan dan stamina, sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit.

"Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam di rumah pada saat pemberlakuan PSBB," katanya.

Suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi. Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.

Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut. Kemudian, apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah.

Lebih jauh dia menyampaikan, pada musim kemarau, suhu udara maksimum di Jakarta umumnya berada pada rentang 32 hingga 36 derajat celcius. Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan. Karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari.

Perkembangan musim kemarau hingga Pertengahan Mei 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 35 persen wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Diantaranya sebagian besar wilayah di NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.

Baca Juga : DLH Imbau Masyarakat Lakukan Hal Positif saat Pandemi Covid-19, Ini Contohnya

Sementara itu, berdasarkan laporan pencatatan meteorologis suhu maksimum udara yang terjadi pada siang atau tengah hari di Indonesia dalam lima hari terakhir ini berada dalam kisaran 34 hingga 36 derahat celcius.

Beberapa kali suhu udara lebih dari 36 derajat celcius tercatat terjadi di Sentani, Papua. Di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno/Hatta 35 derajat celcous, Kemayoran 35 derajat celcius, Tanjung Priok 34,8 derajat celcius, dan Ciputat 34,7 derajat celcius.

Demikian juga wilayah lain di Jawa, siang hari di Tanjung Perak suhu udara terukur 35 derajat celcius. Wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan. Sementara itu catatan kelembapan udara menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kisaran lebih dadi 80 persen hingga 100 persen, dan termasuk dalam kategori berkelembapan tinggi.