Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Bambang Triono (kiri) (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Bambang Triono (kiri) (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Desas-desus adanya ibu muda yang baru melahirkan reaktif rapid tes terjawab sudah. Dari keterangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Tulungagung, membenarkan jika ada ibu melahirkan yang reaktif.

Ibu muda berinisial LY (22) asal Kecamatan Ngantru itu awalnya melahirkan di RS swasta di Blitar yang mempunyai prosedur rapid test bagi ibu melahirkan. Saat dilakukan rapid tes, ternyata ibu ini reaktif.

Baca Juga : Penjual Kelapa di Pasar Besar Kota Batu Positif Covid 19

Karena reaktif, LY dirujuk ke RSUD dr. Iskak dan melahirkan di sana.

Saat ini yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri dengan pantauan petugas kesehatan.

"Karena anaknya masih bayi maka isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan bidan desa," ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono, Jum'at (22/5/20).

Untuk bayi LY tidak mendapatkan perlakuan khusus.

Hari ini sudah dilakukan pengambilan swap pada yang bersangkutan oleh petugas medis dari Puskesmas Beji. Hasil swap masih belum diketahui.

Untuk menyusui anaknya, meski dizinkan oleh dokter, namun demi alasan keamanan untuk sementara waktu LY dilarang menyusui secara langsung.

ASI LY disedot (di kop) dan ditampung dalam wadah untuk selanjutnya diberikan pada anaknya yang masih berusia 3 hari. LY baru melahirkan pada Selasa (19/5/20) lalu di RSUD dr. Iskak.

"Enggak minum langsung pada ibunya, namun dengan teknis dikop," ujar Bambang.

Disinggung asal muasal penularan pada LY, Bambang masih belum mengetahui lantaran saat ini masih dilakukan penelusuran. Apalagi dari pengakuan LY dirinya tidak pernah keluar rumah.

Baca Juga : Rapid Test 33 Pedagang Sayur di Di Desa Sumberejo, Hasilnya 1 Orang Reaktif

Keluarga LY sendiri juga telah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

"Sementara proses penelusuran," ucapnya singkat.

Secara klinis LY dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala klinis mirip Covid19. Namun untuk memastikan kondisi LY, bidan desa setempat melakukan pemantauan pada LY.

Sebelumnya, beredar informasi tentang ibu yang baru melahirkan dan bayinya dinyatakan reaktif rapid tes (sebelumnya tertulis positif Covid-19).

Petugas kesehatan di wilayah itu melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran berita tersebut.