Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Untuk memutus rantai penularan covid 19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung terus melakukan sampling rapid test di sejumlah tempat.

Seperti Kamis (19/5/20) sore, ada dua titik keramaian yang dilakukan rapid test secara random (acak). Yaitu di Pasar Ngemplak dan Jembatan Ngujang II.

Baca Juga : Sepekan Masih Kebobolan, Pemkot Batu Catat Ada 8 Poin Evaluasi PSBB Malang Raya

Meski hasilnya 58 orang yang dilakukan rapid test dinyatakan non-reaktif, sejumlah warga terlihat sudah abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Di Ngujang II, misalnya, masih terlihat banyak remaja yang tidak memakai masker meski beraktivitas di luar ruangan. Padahal, masker diinstruksikan wajib untuk melindungi diri dari sebaran covid-19 yang semakin meluas.

Wakil Jubir GTTP Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengakui saat ini kesadaran serta kedisiplinan warga dalam memakai masker masih rendah.

"Ini fakta. Masih banyak kami temui warga yang tidak memakai masker. Beruntung, saat di-rapid test, mereka nonreaktif," ucapnya.

Galih menduga ketidakpatuhan itu karena warga kurang terbiasa memakai masker. Untuk memaksa warga memakai masker, pihaknya akan membuat aturan yang mewajibkan siapa saja memakai masker dengan diperkuat instruksi dari ketua GTTP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, yang dalam hal ini bupati Tulungagung.

"Nanti akan diwajibkan. Ini untuk kebaikan bersama. Apalagi, saat ini evaluasi terus dilakukan untuk persiapan untuk menuju kebijakan new normal life," terangnya.

Baca Juga : Umumkan Aturan Salat Idul Fitri dan Takbir Keliling, Bupati Jember: Sepakat di Rumah Saja

Galih menegaskan, meski RDT yang dilakukan kemarin dengan 58 sampling menunjukkan hasil nonreaktif, pihaknya tetap akan melakukan kegiatan serupa secara berkala. Hal itu untuk memantau kondisi atau situasi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

"Seperti yang kemarin kami sampaikan, karena tracing klaster sudah diselesaikan, maka perlu ada evaluasi dengan random sampling. Hal itu dilakukan untuk memantau situasi saat ini di tengah pandemi. apakah ada transmisi atau tidak," terangnya.

Disinggung apakah semua warga yang reaktif rapid test pada Rabu (20/5) sudah dibawa ke rusunawa, Galih mengatakan tiga warga yang reaktif -yakni dua karyawan dan satu pengunjung berstatus ASN- sudah dibawa ke Rusunawa IAIN Tulungagung. "Besok (hari ini,red) akan dilakukan tracing untuk pengunjung yang ASN," tegasnya.