Petugas Check Point saat melakukan pemeriksaan kendaraan saat PSBB (Ist)
Petugas Check Point saat melakukan pemeriksaan kendaraan saat PSBB (Ist)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya telah resmi diberlakukan mulai 17 Mei 2020 lalu. 

Namun selama tiga hari saja, belasan ribu kendaraan tetap masuk ke wilayah Kota Malang. 

Baca Juga : Masuk Hari ke-3 PSBB di Kota Batu, Tidak Ada Tambahan Kasus Konfirm Covid-19

Kendaran yang masuk, telah diperiksa oleh petugas penjagaan di check-check point Kota Malang.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto menjelaskan, jika selama tiga hari saja sebanyak 19.907 kendaraan telah diperiksa.

Dari jumlah itu ada sebanyak 18.816 yang boleh melanjutkan perjalanan masuk ke Kota Malang dan sebanyak 1.019 kendaraan diarahkan putar balik.

Rinciannya, ada sejumlah 452 kendaraan roda dua (R2) dan 371  roda empat (R4) diperiksa, 41 kendaraan R2 serta 37 R4 diarahkan putar balik pada tanggal 17 Mei 2020.

Tanggal 18 Mei 2020, 6321 R2 dan 2441 R4 menjalani pemeriksaan di seluruh pos check point. Sebanyak 344 R2 dan 129 R4 Diarahkan putar balik ke daerah asalnya.

Sementara pada 19 Mei 2020, sebanyak 7061 R2 dan 3261 R4 sempat diperiksa petugas check point. Dari jumlah itu,  sebanyak 396 R2 dan 144 R4 diarahkan putar balik petugas lantaran tidak memenuhi ketentuan PSBB.

Baca Juga : Urus Penanganan Covid-19, Gubernur Khofifah Lupa Hari Ulang Tahunnya

"Jumlah tersebut tentunya semakin bertambah. Ada mereka yang dari luar kota, tidak membawa surat jalan, tidak membawa identitas, dan ada juga yang mengenakan masker," jelasnya.

Sementara itu, untuk penindakan akan berlaku mulai hari ini (20/5/2020) hingga berakhirnya masa PSBB di Kota Malang. 

Para pelanggar sendiri diprediksi akan menurun lantaran telah melihat pengalaman maupun penerapan sanksi pada PSBB Surabaya.

"Ya mungkin pengalaman dari PSBB Surabaya, masyarakat yang melanggar akan menurun. Mereka sudah tau tentang ketentuan-ketentuan nya. Ya seperti kemarin waktu saya periksa yang plat luar kota namun kerja di Malang, mereka sudah tau, mereka sudah langsung menyiapkan syarat-syaratnya," pungkasnya.