2 napi asimilasi yang kembali dijebloskan ke jeruji besi setelah kedapatan mencuri (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)
2 napi asimilasi yang kembali dijebloskan ke jeruji besi setelah kedapatan mencuri (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)

3 napi asimilasi Lapas Tulungagung kembali harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka kedapatan melakukan tindak pidana setelah bebas dari program asimilasi.

Ke 3 napi itu merupakan bagian dari 171 napi yang bebas melalui program asimilasi.

Baca Juga : Perketat Pengawasan, Personel Gabungan PSBB di Kota Batu Ditambah Jadi 645 Orang

Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Tulungagung, Dedi Nugroho mengatakan, ketiga orang tersebut kembali ditangkap oleh pihak kepolisian karena kembali beraksi, 2 narapidana ditangkap karena tindak pidana pencurian sedangkan 1 lainnya karena terlibat penggunaan narkoba.

“Ada 3 yang kembali ditangkap, 2 yang pencurian itu terus 1 karena pil dobel L,” ujarnya.

2 napi asimilasi yang tersangkut kasus pencurian terpaksa harus dihadiahi timah panas di kakinya, lantaran mencoba kabur saat diamankan. Saat ini keduanya masih ditahan di Mapolres Tulungagung.

Sedang 1 napi lainnya terlibat dalam perdagangan pil dobel L dan dititipkan di Lapas Tulungagung.

“Kalau selama ada di lapas ini ketiganya biasa saja, memang ada salah satu yang terlibat utang dengan sesama napi tapi tidak mencolok,” ucapnya.

Setelah kembali ditangkap, yang jelas para narapidana ini langsung menjalani masa penahanan, mereka harus menyelesaikan sisa masa pidana awalnya terlebih dahulu sebelum menjalani masa hukuman kasus barunya.

“Rata- rata sisa masa pidananya sampai tahun depan, yang jelas mereka akan menjalani sisa masa tahananya dan menunggu vonis atas kejahatan barunya,” terang Dedi.

Baca Juga : Modus Pinjam Motor Tak Kembali, Napi Asimilasi Tertangkap Lagi Usai Diamuk Massa

Dedi menjelaskan, ketiganya merupakan narapidana yang kemungkinan masa pidana kasus lamanya berakhir pada tahun depan, tetapi pihak kepolisian tidak menunggu hingga yang bersangkutan menyelesaikan masa pidananya namun saat ini sudah memproses penyelesaian pemberkasan kasus mereka agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan dan Pengadilan, guna proses selanjutnya.

“Kalau sama penyidik langsung diproses agar segera dilimpahkan dan dituntut di persidangan,” pungkas Dedi.

Program asimilasi yang ditetapkan pemerintah kepada narapidana selama pandemi Covid-19 ini memunculkan beragam reaksi dari masyarakat, sebagian menilai keputusan ini perlu dikaji ulang mengingat keresahan masyarakat yang muncul setelah keputusan tersebut.

Meningkatnya potensi kriminalitas dituding menjadi salah satu imbasnya, terbukti sejumlah narapidana yang menjalani program asimilasi kembali melakukan aksinya di lapangan, terbukti beberapa diantaranya harus kembali berurusan dengan polisi.