Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono (Joko Pramono for Jatim Times)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono (Joko Pramono for Jatim Times)

11 orang petugas dari Tulungagung yang mengikuti pelatihan TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) di Surabaya pada 9-18 Maret 2020 lalu sudah dilakukan rapid tes. Hasilnya, 1 di antaranya dinyatakan positif dan mengalami flu like syndrome sehingga harus dirawat di RSUD dr. Iskak dengan status PDP (pasien dalam penagwasan), sedang sisanya berstatus ODP (orang dalam pemantauan).

“Positif satu berdasar hasil rapid test (tes cepat),” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono, Rabu (1/4/20).

Hasil rapid test hanya untuk mengetahui jika pasien tertular virus, namun hasil pasti apakah yang bersangkutan positif covid-19 harus dilihat dari hasil laboratorium swap tenggorokan yang dikirim ke Balitbangkes, Jakarta.

“Hasilnya kira-kira sekitar 1 minggu, bisa diketahui pasti positif atau negatif,” ujarnya.

TKHI yang menjadi PDP saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr. Iskak, hingga dinyatakan sembuh dan hasil swap tenggorokanya negatif.

Saat pertama kali dirawat, PDP ini mengalami gejala klinis mirip flu, seperti batuk dan demam.

“Itu dari Kemenag atau IAIN saya tidak tahu persis, tapi yang jelas bukan petugas dari Dinas Kesehatan,” tutur pria ramah itu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan ada 11 petugas TKHI Kabupaten Tulungagung yang mengikuti pelatihan calon haji di Asrama Haji Sukolilo. Mereka terdiri dari tiga orang dokter, empat orang perawat, dan empat petugas dari Kemenag Tulungagung termasuk di antaranya dari perguruan tinggi.

Sesudah pelaksanaan acara pelatihan calon petugas haji tahun 2020 di Asrama Haji Surabaya diketahui ada peserta asal Kediri yang dinyatakan positif Covid-19. Dosen asal sebuah universitas di Kediri ini akhirnya meninggal dunia.

Pemeriksaan dengan rapid test dilakukan di Puskesmas Bangunjaya karena merupakan salah satu Puskesmas penyangga di Kabupaten Tulungagung untuk perawatan pasien virus corona. Selain Puskesmas Bangunjaya, juga ada Puskesmas Beji dan Puskesmas Kalidawir.