Tersangka KM saat di Mapolres Tulungagung, / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Tersangka KM saat di Mapolres Tulungagung, / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Seorang pemuda yang berdomisili di desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, ditangkap Tim Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung. Pria yang berinisial KM (21), asal Kecamatan Madang Suku, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ditangkap karena melakukan aksi penganiayaan berupa pembacokan, Sabtu (21/03) di kawasan Pinggir Kali (Pinka) masuk desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi mengatakan, pelaku melakukan pembacokan terhadap WR (19) warga Campurdarat hanya karena kesal korban meminta rokok.

"Motifnya pelaku ini kesal karena korban meminta rokok ke temannya dengan nada tidak sopan dan menghentikan perjalanan ketika melintas. Lalu terjadi cekcok dan naik pitam atau emosi, sehingga terjadi penganiayaan dengan senjata tajam ini," kata Hendi dalam rilis di Mapolres Tulungagung, Senin (23/3) siang.

Akibat perbuatan KM itu, korban WR mengalami luka bacok yang cukup serius dua sabetan celurit.

"Korban mengalami luka di kepala bagian belakang, bahu kanan dan jari tangan kiri karena berusaha menangkis," ujarnya.

Dari tangan pelaku, petugas Satreskrim Polres Tulungagung menurut Hendi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam berupa celurit.

"Pelaku kita amankan bersama barang buktinya, sudah kita interogasi dan sudah mengakui perbuatannya," ungkap Hendi.

Polisi juga mengamankan baju korban dengan bercak darah dan motor Honda Vario dengan nopol AG 4162 RDH.

Disinggung soal indikasi perseteruan kelompok perguruan pencak silat, Hendi membantahnya. Dia menegaskan jika itu hanya kelompok pemuda yang ada masalah di jalan.

"Memang ada informasi hoaks dengan menyebut bahwa peristiwa itu melibatkan perguruan silat, namun bisa kita pastikan kasus ini tidak ada hubungannya dengan pergurusan silat manapun. Ini murni persoalan pribadi antar kelompok," tegasnya.

Di depan polisi, KM mengatakan jika celurit yang dibawa bukan merupakan alat untuk membersihkan kolam di tempat dia bekerja.

"Biasanya untuk membersihkan kolam," kata KM saat ditanyakan terkait senjata tajam yang digunakan melukai WR.

Akibat perbuatannya, KM dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP tentang penganiayaan.