Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bersama forkopimda menekan tombol tanda diluncurkanya aplikasi Jogo Tulungagung. (foto : Joko Pramono/jatim Times)
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bersama forkopimda menekan tombol tanda diluncurkanya aplikasi Jogo Tulungagung. (foto : Joko Pramono/jatim Times)

Polres Tulungagung terus berinovasi dalam melayani masyarakat. Kali ini Polres Tulungagung meluncurkan aplikasi android “Jogo Tulungagung”. 

Dengan aplikasi ini, masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi bisa menekan tombol darurat di aplikasi ini. “Jadi, jika ada bahaya atau kemacetan, masyarakat bisa menekan panic button yang ada di aplikasi tesebut,” ujar Kapolres Tulungagung AKBP E.G Pandia, Minggu (9/2/20).


Aplikasi ini sudah terkoneksi dengan Dispendukcapil (Dinas Kpendudukan dan catatan sipil) dan Google maps. Jadi, saat seseorang menekan panic button pada aplikasi itu, akan langsung diketahui posisinya oleh petugas di command center.

Setelah menekan panic button, maka dalam waktu sekitar 5-10 menit, petugas kepolisian akan tiba di lokasi warga yang menekan panic button tersebut.

Saat ini aplikasi ini baru digunakan oleh Polres Tulungagung. Tak tertutup kemungkinan aplikasi ini ke depanya akan digunakan oleh polres di seluruh wilayah Polda Jatim atau nasional. “Nanti ke depanya akan terkoneksi seluruh Jawa Timur,” kata kapolres.

Disinggung tentang perbedaan aplikasi panic button di aplikasi ini dan panic button yang ada di aplikasi PSC (Public Safety Center), kapolres menjelaskan panic button di PSC khusus untuk kesehatan. Sedangkan Jogo Tulungagung meliputi seluruhnya, termasuk penanganan kriminal, kesehatan, dan lalu lintas.

“Kesehatan, kecelakaan bisa. Termasuk kejadian-kejadian kriminal aaupun bencana alam langsung terkoneksi nanti,” terang kapolres.

Untuk mengaktifkan aplikasi Jogo Tulungagung, masyarakat tinggal mengunduh aplikasi tersebut pada Play Store. Aplikasi ini kurang dari 9 megabite. Setelah di instal di gawai, masyarakat tinggal mendaftar dengan memasukkan informasi yang dibutuhkan, termasuk memasukan NIK (nomor induk kependudukan) dan nama.

Selain itu, dalam giat ini, juga dilakukan launching logo Astuti (Agunge Sikap Tulung Tinulung). Logo ini diciptakan oleh Lukas Septa dari Yogyakarta. 

Logo Astuti mempunyai bentuk mirip gunungan dalam pewayangan Jawa. Lukas menjelaskan makna dari simbol itu. Salah satunya adalah bentuk tangan yang menyimbolkan tolong-menolong serta simbol Tulungagung berupa Tugu Pancasila dan tombak Kiai Upas. “Tangan berarti rasa tolong-menolong di masyarakat,” ujar Lukas.

Pembuatan logo Astuti sendiri dilombakan dengan hadiah utama satu sepeda motor. Lantaran logo buatannya terpilih, Lukas berhak mendapatkan hadiah motor yang diserahkan langsung oleh kapolres.