Seminar dan Talkshow Digitalpreneur sukses digelar di Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Seminar dan Talkshow Digitalpreneur sukses digelar di Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mengikuti seminar dan talk show digitalpreneur ‘Challenges In Distruption Era’ di Aula terbuka Kampus I Unisba Blitar, Jalan Mojopahit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (14/1/2020). Seminar dan talk show ini digelar Komunitas Tangan di Atas (TDA) bekerja sama dengan Unisba Blitar.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi, khususnya mahasiswa yang telah memiliki usaha dan berencana menjalankan usaha. Seminar dan talk show ini menghadirkan dua narasumber yakni Andhika Yuswantara (Owner Mavis, Ketua TDA Blitar) dan Kurniawan Subiantoro alias Kang Wawan (Owner Argia Academy, Pakar Digital Marketing).

“Seminar dan talk show hari ini sebenarnya programnya TDA. Untuk pelaksanaanya bekerja sama dengan Unisba Blitar. Kegiatan ini bagus sekali dan harapan kami mahasiswa Unisba bisa dapat banyak ilmu dari acara ini. Harapan kami pula, lewat kegiatan ini mahasiswa bisa berbaur dengan para pelaku usaha,” ungkap Ketua Forum Student Enterprise Unisba Blitar, Nurul Farida.

Sementara itu Ketua TDA Blitar, Andhika Yuswantara menyampaikan seminar dan talk show ini mengambil tema Chalenges In Distruption Era untuk mendorong mahasiswa mempersiapkan diri dalam menghadapi era distrupsi. Di era ini banyak model bisnis yang berbeda dengan model-model bisnis sebelumnya.

“Bisnis online banyak sekali tumbuh, jadi kita menyadarkan mereka bahwa kita sekarang ini telah memasuki era marketing online,” paparnya.

Dikatakannya, dalam menghadapi distruption era, mahasiswa harus memiliki mentalitas terhadap perubahan kondisi yang sangat cepat, perubahan era, dan perubahan model bisnis. “Mahasiswa harus siap dengan perubahan-perubahan itu,” tandasnya.

Narasumber kedua, Kang Wawan dari Argia Academy di kesempatan ini menyampaikan model bisnis online tumbuh subur di era saat ini. Penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari telah melahirkan toko-toko online seperti Bukalapak, ojek online (Go Jek, Grab). 

Wawan berpendapat, di era teknologi informasi ini pengusaha kecil maupun pengusaha besar harus ikut menyesuaikan diri, agar tidak kalah bersaing karena cepatnya perubahan.

“Pengusaha sekarang dituntut untuk eksis di Instagram, harus memiliki channel You Tube. Bahkan harus punya marketplace. Karena apa? Era sekarang ini merupakan era Marger Life Style, orang cenderung malas ke toko, cukup mereka di rumah, ngopi sambil makan pisang goreng mereka belanja lewat Shopee, belanja lewat Instagram dan bahkan kalau mau beli makan mereka bisa lewat Go Jek atau Grab, jadi tak perlu antri,” jlentrehnya.

Senada dengan Andhika, di kesempatan ini Kang Wawan juga menyampaikan tips dan kiat-kiat sukses menjalankan digitalpreneur.”Kunci sukses itu ada di mind set. Langkah pertama adalah sukses menjalankan promosi melalui media online tak khawatir ada kesulitan. Kedua adalah mencari teman belajar dan ketiga jangan gaptek, harus berani belajar,” tegasnya.(*)