Sugito, Kepala SMP Negeri 2 Kauman Tulungagung. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)
Sugito, Kepala SMP Negeri 2 Kauman Tulungagung. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)

Suasana di kawasan SMP Negeri 02 Kauman Kabupaten Tulungagung seperti masuk dalam taman nan asri. Pemandangan yang indah langsung menyapa dengan rimbunnya tanaman mulai dari pintu gerbang, kantor, ruang kelas, aula, kantin hingga ruang belakang.

Kesan pertama tatkala menjejakkan kaki di sekolah ini, menyiratkan pengelolaan sekolah tertata rapi, baik, bersih, dan hijau. Apalagi, SMP Negeri 2 Kauman sedang bersiap menjadi Sekolah Adiwiyata. Artinya, sekolah tersebut menanamkan nilai-nilai edukasi yang didukung dari kegiatan belajar mengajar di kelas dan kurikulum berbasis lingkungan.

"Kurikulum berbasis lingkungan termasuk salah satu komponen program dalam penilaian Sekolah Adiwiyata. Perilaku bersih siswa, kebersihan dan yang berkaitan dengan lingkungan termasuk kantin sekolah juga menjadi bagian yang kami bangun agar layak dan sehat," kata Kepala SMPN 2 Kauman, Sugito saat ditemui (13/01/2020) siang kemarin.

Sekolah Adiwiyata merupakan tempat yang baik dan ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan juga berbagai norma dan etika.

Seperti diketahui, tujuan Adiwiyata yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sendiri adalah mewujudkan sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

"Kami dituntut untuk mewujudkan sekolah yang sehat dan rapi, sarana dan prasarana juga harus mendukung," terangnya.

Bagi para siswa, kegiatan partisipasi untuk mendukung program Adiwiyata, di antaranya piket kelas, menjaga pola hidup hingga memahami pentingnya lingkungan.

"Saat saya masuk sebagai kepala sekolah tahun 2017 lalu, saya melihat banyak yang harus dibenahi. Akhirnya setelah kami diskusikan dengan para pendidik disini dan Komite, tahun ini (2020) kita masuk kategori Adiwiyata tingkat provinsi," paparnya.

Pembenahan terus dilakukan sebelum penilaian dan penetapan juara. Selain kantin sekolah yang rencananya akan dibuat lima unit, ruang organisasi siswa (OSIS), tempat sepeda dan gudang juga direnovasi.

"Sekolah berusaha memberikan yang terbaik, kenyamanan aktivitas belajar mengajar dengan didukung sarana dan prasarana dan penataan lingkungan menjadi prioritas untuk menyambut Adiwiyata 2020 ini," jelasnya.

Program Adiwiyata sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Mulai dari guru, murid dan orang tua siswa, masyarakat dan pihak terkait lainnya. Sekolah juga dijalankan berdasarkan norma-norma dalam berperikehidupan yang antara lain meliputi kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.