Tokoh Pengusaha Eko Puguh saat di ULP Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Tokoh Pengusaha Eko Puguh saat di ULP Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Tokoh pengusaha di Tulungagung, Eko Puguh Prasetijo mendatangi kantor pemerintah Kabupaten Tulungagung, Senin (13/01) siang. Kedatangan Puguh kali ini ingin menanyakan langsung ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Tulungagung. "Saya merasa jika ULP selama ini kurang beres, masa setiap tahun pemenang lelang terbuka pihak itu-itu saja," kata Puguh.

Untuk itu, kedatangannya untuk menanyakan langsung platform mengikuti lelang baik fisik dan pengadaan barang. "Saya sebagai pengusaha lokal ingin mengikuti lelang, saya punya kompetensi baik secara legalitas dan pembiayaan" tegasnya.

Puguh juga menanyakan tentang spesifikasi aspal dan pengecoran yang dikuasai agar ke depan ULP tidak hanya memenangkan lelang pada pihak yang dianggapnya sudah "langganan". "Saya melihat yang menang itu-itu terus (tanpa menyebut nama), apa yang lain tidak punya kompetensi?," tanya Puguh.

Dirinya melihat ada aroma nepotisme yang diduga sengaja dilakukan, sehingga jaringan orang bermasalah saja perusahaannya bisa memenangkan lelang. "Sebaiknya ada perhatian pada pengusaha daerah, saya rasa banyak yang mampu," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Fajar Widariyanto Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Tulungagung mengaku menyambut baik kedatangan tokoh pengusaha ke kantornya. Untuk mengikuti lelang, pihaknya membuka diri bagi siapapun yang memenuhi persyaratan normatif dan administratif.

"Sebagai pejabat baru, saya rasa kita sudah banyak berubah. Sudah tidak lagi dominan pemenangnya, bahkan banyak yang sudah dimenangkan penyedia jasa dan barang lain," kata Fajar di kantornya.

Fajar yang saat dikonfirmasi didampingi stafnya menjelaskan bahwa lelang yang dilakukan sejak 2014 melalui LPSE, yakni unit kerja yang dibentuk untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan melaksanakan pengadaan secara elektronik.

Penyedia barang/jasa secara elektronik yang sudah digunakan saat ini adalah e-lelang umum (e-regular tendering). "Setelah penawaran masuk, maka akan ada tiga calon pemenang yang akan dilakukan klarifikasi. Hasilnya akan sampaikan ke PPK," terangnya.

Apakah pasca OTT Komisi Pemberantasan Korupsi di Tulungagung ada pihak penyedia barang dan jasa yang di blacklist karena terlibat dalam dugaan suap. Fajar mengaku tidak mendapat surat atau arahan yang melarang pihak penyedia barang dan jasa yang dimaksud dilarang mengikuti tender.

"Tidak ada pemberitahuan dari KPK termasuk CV yang dimaksud (terlibat OTT), bahkan setelah kejadian itu sudah di lakukan pergantian direktur atau personil," terangnya.

Untuk itu, menurut Fajar wajar jika ada penyedia barang dan jasa masih bisa menang tender dalam lelang yang di selenggarakan pihaknya. "Tidak ada alasan untuk menggugurkan, boleh saja yang memenuhi syarat mengikuti lelang," pungkasnya.