Pasar Ngunut yang terbakar pada medio Novemer 2019 lalu ( Joko Pramono for Jatim Times)
Pasar Ngunut yang terbakar pada medio Novemer 2019 lalu ( Joko Pramono for Jatim Times)

Pedagang pasar Ngunut yang terdampak kebakaran agaknya harus sedikit bersabar dan lebih lama menempati Pasar Hewan Ngunut sebagai penampungan sementara. Pasalnya Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Tulungagung tidak bisa memastikan pembangunan pasar Ngunut akan selesai pada tahun 2020 ini.

“Secara Keseluruhan belum selesai (tahun 2020),” ujar Sekretaris BAPPEDA Tulungagung Sutrisno, Senin (13/1/20).

Saat disinggung mulai pembangunan pasar itu, Sutrisno mengatakan masih belum bisa memastikanya. Pasalnya proses lelang pengerjaan pasar Ngunut hingga kini belum dilakukan.

Saat ini saja, proses DED (Detail Engineering Design) masih belum dimulai. Meski desain awal pasar sudah ada sesuai dengan Permendag, namun hal itu hanya untuk menghitung volume pengerjaan pasar Ngunut.

Molornya pengerjaan ini lantaran adanya perubahan penjabaran di tingkat Kabupaten. Seperti diketahui, pembangunan Pasar Ngunut menggunakan anggaran dari Pemkab Tukungagng, Provinsi Jatim dan Pemerintah Pusat.

“Kita kan masih ada perubahan penjabaran anggaran di Kabupaten, untuk provinsi dan pusat kita sudah dibantu,” ujar Sutrisno.

Meski demikian, pria berkacamat ini dengan tegas memastikan pembangunan pasar Ngunut bisa selesai tahun ini asalkan seluruh anggaran sudah siap.

Dari provinsi dan pusat anggaran sudah siap digunakan, namun dari kabupaten masih belum bisa digunakan.

“Dari Kabupaten (Tulungagung) ini dalam prosesd penjabaran,” tandas Sutrisno.

Pembangunan pasar Ngunut bersumber dari 3 anggaran yang berdbeda. dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 12 miliar, dari anggaran Bantuan Keuangan (BK) yang bersumber APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 12 miliar dan sisanya sekitar Rp 10 miliar dari APBD Kabupaten Tulungagung.

Pasar Ngunut terbakar pada pekan kedua Bulan November 2019 lalu. Akibat kebakaran itu sebanyak kurang lebih 500 kios hangus terbakar.

Pemkab berencana melakukan pembangunan fisik Pasar Ngunut sesuai standar nasional Indonesia (SNI) untuk menampung 514 pedagang sesuai jumlah lapak yang terbakar.