Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono. (Joko Pramono for Jatim Times)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono. (Joko Pramono for Jatim Times)

Perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), berakibat terundanya operasional RSUD Type D Campurdarat. RSUD penyangga yang berada di selatan kota itu rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2020 ini.

Namun lantaran adanya aturan yang harus mencamtumkan RSUD ini dalam nomenklatur Perda, maka operasionalnya baru dimulai setelah adanya perda maupun perbup yang mengaturnya. Sehingga operasional RS ini baru bisa dimulai pada tahun 2021 mendatang.

“Saat ini Dinas Kesehatan mengajukan Perda SOTK sebagai payung hukum pelaksanaan RS Campurdarat,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono, Senin (13/1/20).

Dalam perda itu nantinya akan dimunculkan “UPTD RSUD Campurdarat”, sehingga nantinya RS ini akan berada di bawah naungan Dinkes Tulungagung. Saat ini proses pengajuan perubahan Perda sudah berada di Bagian Hukum Kabupaten Tulungagung, untuk selanjutnya dikirimkan ke DPRD Tulungagung untuk dibahas dan disahkan dalam rapat Paripurna DPRD.

Bambang tidak bisa memastikan lama proses pengesahan perubahanSOTK ini. Untuk lama prsesnya sendiri tergantung lobi yang dilakukan oleh Bagian Hukum dan Bagian Organisasi terhadap DPRD.

“Tahun 2020 ini bisa clear (perdanya) hingga Peraturan Bupati-nya,” harap Bambang.

Padahal berbagai sarana dan prasaran di RSUD penyangga ini sudah ada, tinggal operasional saja. Fasilitas IGD misalnya, saat ini sudah memadai dan tinggal difungsikan.

“Kalau proses kelengkapan sarana dan prasarana, salah satu contoh untuk IGD sudah memenuhi persyaratan sebagai RS type D,” terang Bambang.

Gedung untuk RSUD Campurdarat menggunakan gedung Puskesmas Campurdarat yang mengalami penambahan-penambahan, sehingga bisa digunakan untuk RS. Operasional Puskesmas setelah RS beroperasi, akan dipindah ke gedung Puskesmas yang baru di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat.

“Kalau ijin operasional RS Campur sudah ada, otomatis operasional Puskesmas Campurdarat bergeser ke Wates,” tandas Bambang.

Untuk tenaga medis yang ada di Puskesmas Campurdarat nantinya akan dibagi untuk Puskesmas dan RSUD.