Ketua Forum Komunikasi LMDH se Kabupaten Tulungagung, Eko Sujarwo (Foto: Anang Basso / TulungagungTIMES)
Ketua Forum Komunikasi LMDH se Kabupaten Tulungagung, Eko Sujarwo (Foto: Anang Basso / TulungagungTIMES)

Di sela kesibukannya sebagai Kepala Desa Kradinan Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung, Eko Sujarwo masih terus aktif dalam tiap kegiatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). 

Didapuk sebagai Ketua Forum Komunikasi, Sujarwo yang sebelum menjadi kepala desa sudah menjadi aktivis lingkungan kawasan hutan, kini harus melakukan komunikasi dan kegiatan untuk membawahi 82 lembaga di seluruh Kabupaten Tulungagung.

"Kepedulian pemerintah minim sekali, kita tidak pernah mendapatkan bantuan seperti kelompok tani," kata Eko Sujarwo, Minggu (12/01) siang.

Meski terkadang ada perhatian berupa bantuan, LMDH menggunakan jaringan dan hubungan pribadi.

"Kita manfaatkan kedekatan pribadi, saat dulu kepalanya Pak Tatang (Kadin Pertanian - Tatang Suhartono), komunikasi lancar dan beberapa bantuan bisa diakses. Namun, setelah ganti Kadin, sama sekali tidak ada komunikasi dan akses kesana," jelasnya.

Kini, semua LMDH di Kabupaten Tulungagung sedang mengurus legalitas lembaganya untuk menyambut program perhutanan sosial.

"Ini sedang kami urus, adanya program perhutanan sosial agar mempunyai legalitasnya," terang Sujarwo.

Perhutanan sosial adalah program nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan usaha dan sumber daya manusia.

Perhutanan sosial adalah program legal yang membuat masyarakat bisa turut mengelola hutan dan mendapatkan manfaat ekonomi. Program ini menepis ketakutan banyak orang yang selama ini menghadapi banyak kesulitan ketika hendak memanfaatkan area hutan di sekitar tempat tinggal mereka.

"Kita sudah melakukan komunikasi secara pribadi, juga sejak dengan ketua dewan lama (Supriyono) kita sudah komunikasi. Namun, untuk ketua dewan yang baru ini belum," paparnya.

Dalam waktu dekat, Forum Komunikasi LMDH Se Kabupaten Tulungagung akan menggelar acara silaturahmi atau sarasehan dengan mengundang kementerian kehutanan.

"Bulan depan atau setelahnya kita akan melakukan sarasehan atau dikemas dalam bentuk silaturahmi dan mengundang kementerian kehutanan, saya sudah komunikasi dengan bupati dan beliau mau datang dalam acara yang nantinya akan bisa kita sampaikan uneg-uneg kita," jelasnya.

Saat acara reboisasi bersama Perhutani BKPH Tulungagung, Sujarwo juga mengajak agar kepedulian pada hutan dapat terus ditingkatkan.

"Selama ini kita terus melakukan penanaman di lahan yang merupakan wilayah Perhutani, kita harapkan penanaman yang kita lakukan dapat berhasil," terang Sujarwo yang juga Kepala Desa Kradinan itu.

Sujarwo selaku ketua forum komunikasi yang membawahi 82 LMDH se Kabupaten Tulungagung itu juga mengucapkan banyak terima kasih kepada BKPH Tulungagung, yang selama ini telah bekerjasama dengan pihaknya  untuk memanfaatkan potensi di seputar wilayah hutan.

“Semoga kerjasama ini tidak hanya sampai di sini saja, kami harap kerjasama ini terus berkelanjutan”, ujarnya.

Dalam hal ini, Sujarwo menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah bertekat bulat untuk melestarikan serta mengembalikan lagi fungsi hutan yang saat ini dirasa kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar wilayah hutan.

"Masyarakat semakin mau berpartisipasi, memang beberapa ada yang perlu lebih ditingkatkan sosialisasinya," paparnya.

Sosialisasi yang harus dilakukan adalah imbauan agar masyarakat tidak mengganggu tanaman reboisasi, karena masih banyak masyarakat di wilayah Pagerwojo yang menanam rumput gajah yang sering menenggelamkan persemaian tanaman reboisasi.

"Kita menyadari masyarakat di sini banyak yang beternak sapi untuk komoditas susu, kadang memang jika menanam ini kurang koordinasi sehingga menenggelamkan tanaman kita. Namun, kita lakukan sosialisasi untuk memberikan kesadaran bagi warga masyarakat," pungkasnya.