Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal saat menunjukkan alat deteksi banjir usai melakukan simulasi di sungai Jompo Kreongan Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal saat menunjukkan alat deteksi banjir usai melakukan simulasi di sungai Jompo Kreongan Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Jember merupakan salah satu kawasan yang rawan bencana. Untuk mendeteksi secara dini bencana banjir, jajaran Polres Jember, Sabtu (11/1/2020) meluncurkan alat sensor yang diberi nama Water Sensor. Alat tersebut diletakkan di delapan titik rawan banjir.

Sistem kerja Water Sensor yang digagas oleh Polres Jember, tidak hanya mendeteksi debit air yang naik dengan sirine. Nantinya, sensor tersebut juga akan langsung terhubung ke ponsel pribadi Kapolres, BPBD, Dandim dan juga Bupati.

“Alat ini akan kami pasang di beberapa titik tertentu yang selama ini rawan terjadi banjir, seperti di Patrang, Silo, Arjasa, Panti, Kencong, Mumbulsari, Rambipuji dan Bangsalsari. Jika debit air melebihi ambang batas, di mana ada kemungkinan terjadi banjir, alat ini akan mendeteksi dengan tanda sirine berbunyi," urai Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

"Tidak hanya itu, alat ini juga akan mengirim signal nada panggilan langsung ke handphone jajaran Forkopimda dan BPBD,” lanjutnya.

Saat uji coba simulasi alat Water Sensor yang dilakukan di Lingkungan Kreongan Kelurahan Jember Lor Patrang ini, Kapolres juga menunjukkan kepada sejumlah media cara kerja sistem tersebut. Yakni ketika sirine berbunyi, di handphone Kapolres ada nada panggil masuk dari alat tersebut.

“Karena dalam alat ini, juga diberi nomor seluler yang berfungsi untuk mengirimkan signal ke handphone, sehingga saat terjadi banjir, jajaran BPBD, Polisi dan juga TNI bisa melakukan tindakan penyelamatan kepada warga yang terdampak banjir, sehingga bisa diminimalisir adanya korban jiwa,” bebernya.

Kapolres berharap, warga juga ikut menjaga alat ini jika sudah terpasang nanti. Selain untuk keselamatan bersama, juga berfungsi untuk membantu kinerja petugas BPBD dan SAR. 

“Saya berpesan kepada masyarakat, agar ikut menjaga keberadaan alat ini. Jangan sampai ada tangan usil yang berniat untuk mencurinya, karena yang dirugikan nanti orang banyak,” ujar Kapolres.

Dari pantauan media ini, alat Water Sensor yang digagas oleh Polres Jember terdiri berupa Pipa yang didalamnya terpasang pelampung yang terhubung dengan alat elektronik dan berupa boks tempat signal yang akan terhubung dengan handphone Forkopimda. (*)