Karwito, tokoh masyarakat Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Karwito, tokoh masyarakat Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Meski tidak dijangkau anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), sejumlah warga yang masuk dalam kawasan reklamasi Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, tetap melakukan pembangunan. Perbaikan jalan masuk kawasan yang menghubungkan jalan Desa Pojok menuju pemukiman di RT 5 RW 2 Dusun Secang.

"Ini saya membangun dari dana pribadi. Tujuannya agar wilayah yang terisolir saat musim hujan sekarang sudah tidak lagi," ucap Karwito (43). tokoh masyarakat sekitar.

Perbaikan jalan makadam menuju jalur masuk ke area reklamasi itu memanfaatkan batu jenis andesit limbah tambang yang digali dari lahan milik warga. "Batu ini sebenarnya dapat kami jual lebih mahal dari tanah uruk. Namun ini kami manfaatkan untuk perbaikan jalan agar manfaatnya lebih dirasakan oleh warga sekitar," terang Karwito.

Selain memanfaatkan batu, Karwito juga menggerakkan warga sekitar untuk menangani pekerjaan tanpa suntikan dana dari pemerintah. "Mulai dari tukang dan kuli, semua kami bayar dengan uang pribadi. Ini bentuk dedikasi kami kepada masyarakat yang akan dirasakan dalam jangka panjang," tuturnya.

Bahkan, Karwito mengaku kegiatan perbaikan jalan berupa makadam dan cor dilaksanakan per tahun dan siapa pun dapat melihat secara langsung. "Justru saya sebenarnya sudah lama menunggu pemerintah untuk datang melihat langsung. Jangan hanya melihat dari luar yang tidak paham perkembangan reklamasi yang telah kami laksanakan ini," ungkapnya.

Apalagi jika musim hujan datang, Karwito berharap agar potensi hasil reklamasi yang sudah tampak ini dapat dikembangkan dinas terkait. "Yang sudah kami tata dapat dilihat. Sebagian lahan dapat di manfaatkan buat pertanian. Sebagian lain menunggu untuk difungsikan sebagai lahan wisata alam dan edukasi," ucapnya.

Meski sudah dapat dukungan dari masyarakat sekitar, Karwito tetap percaya jika pemerintah mau melakukan inspeksi dan duduk bersama untuk diskusi mengenai garapan reklamasi yang awalnya menimbulkan kontroversi itu.

"Mari kita membuka mata dengan objektif. Saya selalu menerima masukan yang baik demi kepentingan masyarakat secara umum," pungkasnya.