pasien katarak saat diperiksa oleh patugas kesehatan (foto : joko Pramono/jatim Times)

pasien katarak saat diperiksa oleh patugas kesehatan (foto : joko Pramono/jatim Times)



Penderita penyakit katarak masih di angka 0,7 persen jumlah penduduk di Indonesia. Tingginya angka penderita ini lantaran banyak warga yang masih belum mengetahui penyebab katarak.

Penyakit yang menumbuhkan selaput pada mata sehingga bisa menutupi kornea dan menyebabkan gangguan penglihatan ini disebabkan oleh bakteri.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Ana Saripah ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit katarak, salah satunya dengan menjaga kebersihan mata.

“Penyakit mata yang berkepanjangan dan tidak diobati dengan baik bisa memicu timbulnya penyakit katarak,” ujar Ana Saripah.

Kebiasaan menggosok atau mengucek mata saat tangan sedang kotor, juga bisa memicu timbulnya katarak.

Pengobatan katarak hanya bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan (pengelupasan) lapisan yang menutupi kornea.

Meski tidak ada jaminan 100 persen setelah menjalani operasi, pasien bisa melihat secara normal lagi, namun setidaknya bisa membantu pasien mendapatkan penglihatan nya kembali.

“Dalam pelayanan kesehatan apapun, setelah mendapat pelayanan tidak ada jaminan akan mendapat kesehatannya kembali,” terang Ana.

Ada beberapa faktor yang menjadi pengaruh dalam pelayanan kesehatan. Khusus untuk keberhasilan operasi katarak sangat bergantung dengan kondisi kesehatan pasien.

Kondisi tubuh pasien mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka pasca tindakan operasi.

Yang kedua tergantung dari perilaku dari pasien. Jika pasien patuh pada nasehat petugas kesehatan, maka pasien akan menerima hasil maksimal dari operasi.

“Tidak boleh angkat berat, makan harus bergizi, tidak semua masyarakat kita patuh akan hal itu,” pungkas Ana.


End of content

No more pages to load