Kondisi mayat yang ditemukan tewas di ladang tebu saat dievakuasi ke kamar mayat (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Kondisi mayat yang ditemukan tewas di ladang tebu saat dievakuasi ke kamar mayat (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Teka-teki penyebab kematian Misnan warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi akhirnya terungkap. Dari hasil penyidikan polisi, penyebab pria 35 tahun itu meninggal dunia ternyata karena dibunuh.

”Sesaat setelah ditemukan jenazah langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. Dari hasil autopsi tim medis, petugas menemukan adanya luka tusukan di dada sebelah kiri korban," kata Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Sigit Hernadi, Selasa (10/9/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, sebelum ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di ladang tebu yang ada di sekitar rumahnya. Misnan diketahui menghilang sejak Minggu (8/9/2019) malam. Sebelum pergi meninggalkan rumah, sekitar pukul 18.00 WIB korban sempat dijemput oleh AMD (inisial) warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.

Keduanya lantas pergi berboncengan ke ladang tebu yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Gondanglegi, untuk mencari burung puyuh. Namun sekitar pukul 23.30 WIB, AMD akhirnya memilih untuk pulang sendirian dan meninggalkan korban di areal ladang tebu tersebut.

Namun hingga keesokan harinya, Senin (9/9/2019) siang. Misnan diketahui belum juga kembali ke rumah. Merasa khawatir pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan korban. 

Hingga akhirnya, saat melintas di salah satu lahan tebu yang ada di sekitar rumahnya. Pihak keluarga menemukan korban sudah tewas dengan kondisi mengenaskan. Mayat pria yang berusia lebih dari kepala tiga ini, ditemukan bersimbah darah yang keluar dari mulutnya.

Guna mengungkap penyebab kematian korban, petugas gabungan dari Polsek Gondanglegi, tim identifikasi, serta Satreskrim Polres Malang dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah jenasah Misnan ditemukan di semak-semak lahan tebu tersebut.

”Saat melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kami mendapati beberapa barang bukti di lokasi kejadian. Selain pakaian yang dikenakan, petugas juga menemukan lampu senter, dan sepasang sandal japit yang diduga milik korban,” terang Sigit kepada MalangTIMES.com.

Setelah melakukan pendalaman dari hasil olah TKP serta keterangan dari beberapa saksi. Petugas gabungan akhirnya mengamankan teman korban yang berinisial AMD. Pria 23 tahun itu diringkus petugas karena melancarkan aksi perampasan. ”Tersangka AMD dan korban (Misnan) ini merupakan pelaku perampasan. Saat melancarkan aksinya, korban yang hendak dirampas hartanya akhirnya melakukan perlawanan. Salah satunya dengan cara menusuk Misnan dengan sebilah pisau,” ungkap Sigit.

Usai mengakui perbuatan perampasan yang dia lakukan, tersangka AMD akhirnya mengatakan ciri-ciri korban yang saat itu mereka jadikan sasaran perampasan. Belakangan diketahui korban yang dijadikan sasaran perampasan adalah Z (inisial) warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi.

Berawal dari petunjuk itulah, petugas kepolisian langsung meringkus remaja 17 tahun itu saat yang bersangkutan sedang berada di kediamannya, Selasa (10/9/2019) siang. Dengan tanpa perlawanan, pelaku Z yang diketahui masih berstatus pelajar ini akhirnya hanya bisa pasrah saat dirinya digelandang petugas ke Mapolres Malang.

”Keduanya (AMD dan Z) sudah kami amankan, saat ini kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Kami masih melakukan gelar perkara di Polres Malang,” tutup mantan Kanit Reskrim Polsek Tumpang ini.


End of content

No more pages to load