Tersangka Khoriul setelah diamankan pemilik pisang di Dusun Soko (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)

Tersangka Khoriul setelah diamankan pemilik pisang di Dusun Soko (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)



Seorang pria yang bernama Khoirul Nur Endrik (35) warga Dusun Pati RT 02 RW 06 Desa Purworejo Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung yang merupakan kepala keluarga sungguh tak bisa dicontoh. 

Khoirul mengajak istrinya Eka Wijayanti (37) serta anaknya untuk melakukan tindak pencurian di Dusun Soko Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Senin (02/09) lalu.

"Kita amankan karena pelaku telah melakukan  tindak pidana pencurian satu tandan pisang jenis Ambon," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Rejotangan, AKP Tohir BN, Sabtu (07/09) siang.

Khoirul bersama Eka diamankan lantaran pemilik buah pisang yang bernama Sunomo (56) dan kedua anaknya yang merupakan warga Dusun Soko Kecamatan Rejotangan berhasil menangkap ulah pelaku.

Aksi pencurian tersebut dilakukan pada jam 23.30 Wib, saat itu pemilik pisang Sunomo keluar dari rumah untuk mengecek anak pertama pelapor yang bernama Teguh Saputra karena belum pulang kerumah.

Setelah ditunggu beberapa lama, atau sekitar jam 24.00 Wib, Teguh pulang kerumah dan langsung tidur di kamarnya. 
"Setelah mengetahui anak pertamanya pulang kerumah selanjutnya pelapor menonton TV di kamar pelapor, pada saat menonton TV itu mendengar ada suara pohon pisang yang berada di depan rumahnya roboh," ungkap Tohir.

Karena suaranya cukup keras, Sunomo memanggil kedua anaknya untuk melihat ke arah pohon pisang roboh tersebut dan ternyata pelaku Khoirul bersama istri dan anaknya sudah memacu sepeda motor serta membawa 1 (satu) tandan pisang jenis ambon ke arah barat. 

"Karena lari, oleh kedua anak pelapor dikejar dan sampai di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan  pelaku dapat diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Rejotangan untuk diproses lebih lanjut," terang Tohir.

Karena nilai kerugian yang dialami korban Sunomo hanya sekitar 70 ribu rupiah, pihak kepolisian menghubungi perangkat desa, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Desa Karangsari untuk menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan atau Alternative Dispute Resolution (ADR).

Sementara itu, barang bukti satu tandan buah pisang diamankan beserta sepeda motor yang digunakan untuk melakukan aksinya tersebut. 

 


End of content

No more pages to load