Bupati Tulungagung, maryoto Birowo (baju pramuka) saat melihat inovasi  unggulan desa di Bursa Inovasi Desa (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

Bupati Tulungagung, maryoto Birowo (baju pramuka) saat melihat inovasi unggulan desa di Bursa Inovasi Desa (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)



Pelantikan 239 kepala desa yang terpilih melalui pilkades serentak 9 Juli lalu, agaknya akan molor. Pasalnya, seragam untuk pelantikan kades baru itu tak jua selesai meski mendekati tanggal pelantikan yang direncanakan pada minggu ke dua bulan September ini.

Tidak selesainya penjahitan seragam kades ini dikeluhkan oleh kades yang terpilih, salah satunya kepala desa di Kecamatan Ngunut yang enggan disebutkan namanya.

“Seragam untuk pelantikan kades hingga saat ini belum jadi, nanti untuk pelantikan pakai apa?” ujarnya setelah mengikuti Bursa Inovasi Desa di GOR Ngunut, Selasa (2/9/19) kemarin.

Pelantikan kades sendiri merupakan momen 6 tahun sekali. Seharusnya, lanjut dia penjahitan seragam diprioritaskan untuk kades yang baru terpilih, mengingat kades yang terpilih kembali (lama) sudah memiliki seragam berwarna putih itu.

Senada dengannya, salah satu anggota dewan dari PDIP, Suprapto juga mempermasalahkan seragam pelantikan kades yang tak jua selesai.

Penjahitan seragam itu tidak semestinya diserahkan pada 1 tempat saja sehingga menimbulkan ketidakjelasan seperti saat ini.

“Seharusnya diserahkan pada penjahit di sekitar rumah si kades sehingga bisa memberdayakan penjahit kecil, bukan ke satu perusahaan saja,” ujar Suprapto beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mempersilahkan kades petahana yang terpilih kembali untuk memakai seragam mereka yang lama.

Padahal dari 128 kades petahana yang bertarung dalam pilkades serentak, sekitar 25 persen di antaranya tidak terpilih lagi atau kalah dari penantangnya.

Untuk penjahit yang mengerjakan seragam kades itu, dirinya meminta agar diprioritaskan untuk seragam kades yang baru terpilih pada Pilkades lalu.

“Maka saya prioritaskan bagi penjahit-penjahit untuk yang baru (non petahana) didahulukan,” ujar Maryoto.

Maryoto optimis nantinya waktu pelantikan seluruh kades sudah menggunakan seragam baru.

“Saya pikir punya semua itu,” tandasnya.


End of content

No more pages to load