Bupati Tulungagung, maryoto Birowo (baju pramuka) saat melihat produk unggulan desa di Bursa Inovasi Desa (foto : Joko Pramono/Jatiim Times)

Bupati Tulungagung, maryoto Birowo (baju pramuka) saat melihat produk unggulan desa di Bursa Inovasi Desa (foto : Joko Pramono/Jatiim Times)



Bicara tentang inovasi desa, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo meminta kepada desa untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa terlebih dahulu  dan dilanjutkan dengan pengetahuan manajemen sebelum membangun insfrastruktur di desa.

“Yang penting disini yang pertama digarap adalah membangun SDM nya,” ujar Maryoto pada Bursa Inovasi Desa, Selasa (2/9/19).

Inovasi lanjut Maryoto tak hanya soal SDM, manajeman dan insfrastruktur. 

Setalah ke tiga hal itu rampung, penting bagi desa untuk berinovasi dalam hal pemasaran.

Ke 4 unsur itu harus saling melengkapi dalam satu cluster (kawasan). Di Tulungagung, kawasan inovasi desa di tata dalam beberapa cluster. Setiap cluster mempunyai spesialisasinya masing-masing.

Di Tulungagung sendiri ada 3 cluster. Cluster Ngunut nterdiri dari 5 Kecamatan, Cluster Pagerwojo terdiri dari 6 kecamatan dan Cluster Campurdarta ada 6 kecamatan.

Cluster Ngunut misalnya yang terdiri dari 5 kecamatan lebih condong pada perindustrian.

Cluster Pagerwojo pada bidang pertanian dan peternakan dan cluster Campurdarat pada bidang pariwisata.

“Di ngunut itu ada yang sudah mampu membuat mata ayam untuk pengancing tas,” terang Maryoto.

Selama ini dana inovasi desa memakai dana ADD dan DD. Jika dana dirasa kurang, maka pihaknya akan menggelontorkan dana dari APBD.

Meski harus diakui selama ini sebagian besar DD dan ADD masih terserap pada pembangunan insfrastruktur.

“Itu (penggunaan DD dan ADD untuk insfrastruktur) sudah mulai kita benahi,” terang MAryoto.

Sementar itu koordinator senior pendamping dana desa tingkat kabupaten, Guminto mengatakan saat ini baru ada desa yang berhasil memaksimalkan DD untuk inovasi desa. 

Bahkan dari inovasi tersebut telah dibangun Bumdes yang menggaji pengurusnya hingga 3 juta perbulan.

“Di desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo itu sudah mampu menggaji pengurus Bumdes hingga 3 juta perbulan,” ujar Guminto.

Bumdes di desa Mulyosari bergerak dalam distribusi susu, kuliner, dan kolam renang.

Penggunaan DD yang 88 persen lebih condong ke pembangunan fisik harus dirubah. 

Pihaknya menargetkan penggunaan DD untuk insfrastruktur tak lebih dari 75 persen, sisanya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi desa dan keperluan lainya.


End of content

No more pages to load