Tersangka Syaiful Rohman saat dirilis di Mapolres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

Tersangka Syaiful Rohman saat dirilis di Mapolres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)



Sungguh bejat apa yang dilakukan oleh Saiful Rahman (46) warga Dusun Kaliulo RT 02 RW 06 Desa Klepu Kecamatan Prengapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah ini. Dia tega melakukan hubungan badan dengan paksaan pada ibu rumah tangga bernama Ris (inisial) asal Semarang.

"Mereka berangkat bersama dari Semarang dengan kendaraan, Sementara tempat kejadian perkara di rumah teman tersangka di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi saat rilis perkara Senin (02/09) siang.

Awal mula kejadian menurut Hendi, tersangka atau pelaku yang mempunyai tanggungan hutang membujuk Ris agar mau diajak ke Tulungagung. 
"Alasannya menagih hutang, namun ternyata sampai di Tulungagung apa yang dikatakan pelaku ini bohong," ungkap Hendi.

Setelah sampai di Tulungagung, Syaiful menginapkan Ris di rumah temannya. 
"Namun pada malam hari, tersangka ini mendatangi korban dan memaksa agar mau melakukan hubungan badan dengan ancaman mau dibunuh jika tidak dilayani," papar Kasat Reskrim.

Karena tak berdaya, Syaiful melampiaskan hasrat birahinya ke Ris dengan paksaan sehingga terdapat luka robek pada alat kelamin korban. 
"Hasil pemeriksaan dari bidan, korban mengalami luka pada alat kelamin perempuan di arah jam lima," terang Hendi.

Esok harinya, Sabtu (31/08) pagi Ris berhasil melarikan diri dari rumah dimana dirinya diperkosa oleh Syaiful.

"Korban mengirim WA pada suaminya di Semarang kemudian dia berusaha lari dari TKP namun berhasil dikejar sama pelaku dan dirampas perhiasannya berupa cincin yang dipakai," tambahnya.

Dalam penyidikan, Syaiful mengaku kenal Ris di Kalimantan karena sama-sama merantau dan keduanya berstatus berkeluarga. 
"Pelaku ini kerja di tambang dan punya istri, korban juga telah bersuami," tandasnya.

Sementara itu, Syaiful yang telah ditangkap mengaku menyesal telah melakukan perbuatan bejatnya pada Ris. 
"Saya menyesal, ini dicakar oleh istri saya," kata Syaiful yang mengaku jika Ris adalah istrinya dan menunjukkan bekas luka cakar pada lehernya.

Setelah kejadian, Ris diselamatkan warga dan diantarkan ke Polsek Boyolangu sebelum akhirnya diamankan di Mapolres Tulungagung.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa, satu lembar selimut warna biru bergambar kereta tomas, 1 sprey warna merah motif bunga, baju abu-abu motif garis, rok jins warna biru, celana dalam warna biru muda, BH warna ungu, empat helai rambut, HP Samsung, dompet berisi ATM dan uang sejumlah 405 ribu rupiah.

Atas perbuatan yang dilakukan pada Ris, Syaiful terancam pasal  285 dan atau 368 dengan hukuman 12 tahun kurungan. 

 


End of content

No more pages to load