Sreenshot @viavallen

Sreenshot @viavallen


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Ribuan warganet menumpahkan perasaan dan pikirannya di kolom komentar akun Instagram sang fenomenal Via Vallen. 

Saat penyanyi dangdut asal Surabaya kelahiran 01 Oktober 1991 dengan nama asli Maulidia Octavia, melontarkan perasaan mirisnya atas peristiwa pedofilia di Mojokerto.

Yaitu peristiwa yang kembali membuat tersentak masyarakat luas dan berbagai tokoh di pemerintahan. 

Sehingga muncullah keputusan hukum berupa sanksi tambahan kebiri kimia bagi pedofil bernama Muhammad Aris (20), warga Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Soko, Mojokerto, beberapa waktu lalu.

Pro kontra atas hukuman kebiri kimia inilah yang ramai jadi perbincangan. Tak terkecuali Via Vallen di akun pribadi Instagramnya. 

"...hukuman kebiri pun menjadi pro dan kontra karena dianggap melanggar HAM. Apakah pelaku pemerkosa 9 anak ini tidak melanggar HAM? Mohon pencerahannya," tulis @viavallen.

Sekitar 4.242 warganet pun akhirnya menumpahkan berbagai uneg-uneg-nya atas kejadian tersebut. 

Dimana, rata-rata warganet pro atas putusan Hakim Mojokerto yang menjatuhkan hukuman tambahan kebiri kimia.

Agungtop21 berkomentar, "Pelaku selaku dibela HAM-nya, tapi di sisi korban apa tidak dilihat HAM-nya...miris dan sedih," tulisnya.

Haqana.jamiil dengan geram juga menuliskan, "Aku setuju kalau pelaku dikebiri. Kalau perlu potong sampai habis, biar tidak menimbulkan bencana," ujarnya.

Akun alinza01 juga menyatakan hal serupa dengan warganet lainnya yang merasakan geram, amarah dan sedih atas korban para pedofil selama ini. 

"Tega tidak tega harus dikebiri daripada nambah korban lagi. Selamatkan masa depan anak-anak kita," tulisnya.

Via Vallen juga menuliskan rasa sedihnya atas korban anak-anak yang terus berjatuhan di tangan para predator itu. 

Artis dangdut yang menyabet penghargaan BraVo Award 2019, Rusia, sebuah acara penghargaan untuk seniman yang berasal dari negara-negara di Asia dan Eropa, ini mengatakan pada korban akan mengalami trauma seumur hidupnya.

"Pengen peluk adek-adeknya. Tidak bisa bayangkan bagaimana trauma mereka. Memori yang seperti itu enggak bakal bisa lupa, selamanya,  seumur hidupnya," tulisnya.

Via Vallen juga menuliskan pendapatnya atas yang kontra dengan hukuman kebiri kimia, yang menyampaikan, bahwa pelaku cukup di hukum penjara sesuai regulasi yang ada saat ini.

"Kalau di penjara saja sudah buat orang kapok, enggak mungkin ada berita orang yang sudah bebas dari penjara mengulangi perbuatannya lagi.  Jadi kesimpulannya di penjara saja tidak menjamin pelaku akan jera," tulis viavallen.

Pihak yang kontra dengan hukuman kebiri kimia juga ikut ramai di kolom akun IG Via Vallen. Misalnya akun tigapagi yang menuliskan, "pemerkosaan jelas melanggar HAM, hukuman kebiri juga melanggar ham. Jika mata dibalas mata, maka dunia akan buta," ujarnya.

Aldiansyah3176 juga menuliskan, "Jangan mengurangi ciptaan dari Tuhan. Hukum bukan Tuhan, setiap orang bisa berubah, dan lebih baik memilih hukuman yang tepat. Di penjara seumur hidup sudah tepat bagi pelaku,".


End of content

No more pages to load