Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Eko Purnomo (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Eko Purnomo (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



 Mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Tulungagung Eko Purnomo diganjar hukuman 20 bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korusi (Tipikor) Surabaya, Senin (26/8/19) lalu.

Eko tersandung masalah pungutan liar (pungli) pada PPDB (penerimaan peserta didik baru) di SMPN 2 Tulungagung pada 2017 lalu. Eko bertindak sebagai pemberi perintah.

Vonis yang diterima Eko lebih tinggi dari  dua guru yang melaksanakan perintah Eko. Ketua panitia PPDB Rudy Bastomi telah menjalani hukuman berdasarkan vonis hakim selama 14 bulan dan denda Rp 50 juta. 

Sedangkan seorang guru yang juga anggota panitia PPDB,Supraptiningsih, divonis 10 bulan dan denda Rp 10 juta. Keduanya bahkan sudah dicopot statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Selain hukuman penjara, Eko juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Tulungagung, Sutan Takdir mengatakan, vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut 30 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Meski lebih ringan, tapi vonis lebih dari  2/3 tuntutan JPU. Kami tidak mengajukan banding atas putusan hakim," terang Sutan.

Hal yang meringankan Eko, terdakwa masih mempunyai tanggungan keluarga. Sedangkan hal yang memberatkannya, sebagai kepala sekolah, dia dianggap tidak memberi contoh yang baik kepada guru maupun para siswa.

Menurut Sutan, Eko menyatakan banding atas putusan tersebut. "Karena terdakwa banding, maka JPU otomatis juga banding," sambung dia.

Kasus ini mencuat 2017 lalu. Saat itu Satgas Saber Pungli Kabupaten Tulungagung melakukan operasi tangkap tangan terhadap panitia PPDB SMPN 2 Tulungagung.

Dua panitia ditangkap, yakni Rudy Bastomi dan Supraptiningsih. Keduanya kedapatan menerima amplop berisi uang dari calon wali murid. Uang itu sebagai "pelicin" agar anak-anak mereka diterima di SMP negeri yang dianggap favorit itu.

Saat persidangan Rudy dan Supraptiningsih, majelis hakim tipikor memerintahkan penegak hukum untuk mengusut otak pungli PPDB SMPN 2 Tulungagung.

Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung kemudian menetapkan Eko sebagai tersangka. Perkaranya kemudian dilimpahkan ke JPU dari Kejaksaan Negeri Tulungagung.

 


End of content

No more pages to load