Ilustrasi, net

Ilustrasi, net


Editor

A Yahya


Selain memastikan akan segera menuntaskan dugaan kasus penggelapan dana bantuan sapi, Polres Tulungagung menargetkan akan melakukan pengusutan pada korupsi lain untuk waktu ke depan. Menurut Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi, tahun 2020 polisi akan menargetkan tiga kasus, satu di antaranya adalah tentang dana desa yang diduga masih rawan diselewengkan. "Pelaksana ini masih suka main tanda tangan saja, sementara dia tidak menguasai tekhnis dan juga apa yang dikerjakan," kata Hendi, Selasa (27/08) siang.

Akibat tidak punya kemampuan kerja teknis, Hendi mencium adanya laporan pertanggungjawaban yang dikerjakan orang lain dan pihak pelaksana desa tinggal stempel dan tanda tangan. "Masih banyak pelaksana ini ditentukan karena kedekatan dengan misalnya kepala desa, kemudian terjadi kolusi dan akibatnya tidak mempunyai kemampuan tapi menangani atau menjadi panitia pelaksana," ungkap Hendi.

Selain itu, pengadaan barang yang seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga, masih banyak dimonopoli oleh orang yang menjadi bagian pelaksanaan proyek yang bersumber dari dana desa itu. "Modusnya, harga lebih murah tapi ternyata justru diduga ada Mark up baik volume atau kwalitas bahan yang di-suplay itu," lanjutnya.

Pihaknya menurut Hendi menjadi bagian dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) harus mampu berfungsi dalam mencegah korupsi di lingkungan pemerintah selama ini.

Selain dana desa Hendi juga melakukan pengawasan dan monitoring pada beberapa kasus lain termasuk maraknya dugaan pungutan liar. "Tentu tugas saber pungli yang sudah berjalan dengan baik ini akan kita tingkatkan untuk menjadi bagian pencegahan terhadap kasus korupsi di Tulungagung," tandasnya.

Untuk kasus yang akan diungkap, Hendi tidak membeberkan dengan terang dan detail apa dan dimana temuan yang dimaksud untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. 


End of content

No more pages to load