Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (foto : Joko Pramono/Jatim Times)


Editor

A Yahya


 Pasca penangkapan 3 terduga teroris di Blitar, Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar langsung mengambil langkah cepat dengan mempersiapkan diri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Polres Tulungagung sudah bekerja sama dengan tim Densus 88 wilayah kerja Jawa Timur. “Kita terus melakukan antisipasi jangan sampai di Tulungagung terdapat pelaku teroris yang berkeliaran,” ujar Tofik Sukendar pada awak media, Sabtu (24/8/19).

Saat disinggung adanya kelompok atau organisasi yang dicurigai sebagai berkumpulnya teroris, Kapolres mengatakan hingga saat ini tidak ada kelompok di Tulungagung yang bersinggungan dengan aksi terorisme. “Untuk saat ini semua masih dalam kondisi aman,” tuturnya.

Pihaknya meminta kerja sama dari masyarakat jika menemukan aktivitas yang mencurigakan dari orang atau sekelompok orang, segera dilaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak lanjuti.

Kapolres juga menyinggung aksi teror yang menyasar salah satu Polsek di Surabaya beberapa waktu lalu, dimana petugas kepolisian dibacok oleh orang yang berpura-pura melapor ke SPKT. Pihaknya melakukan pengamanan berlapis di tiap Polsek. “Itu (pengaman berlapis) sudah kita lakukan,”terangnya.

Seperti diketahui, Tim antiteror Detasemen Khusus 88 mengamankan tiga orang di Blitar yang diduga terkait dengan jaringan terorisme. Ketiganya diamankan di lokasi berbeda, Jumat (23/8/2019).

Informasi yang dihimpun, ketiganya adalah JP (40), warga Jalan Riam Kiri, RT 04 RW 3, Kelurahan Bendo, Kota Blitar. Kemudian KJ (47) warga Jalan Ir.Soekarno RT 03 RW 03 Kelurahan Sentul, Kepanjen Kidul, Kota Blitar dan S, warga Kelurahan Beru, Wlingi, Kabupaten Blitar.

Selesai penangkapan petugas Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah ketiga terduga teroris. Hasilnya petugas menemukan Busur dan anak panah ditemukan di rumah KJW (48).

Usai mengamankan penghuninya, petugas Densus 88 kemudian menggeledah rumah yang ditempati KJW empat tahun terakhir ini. Penggeledahan ini juga disaksikan ketua RT setempat. "Iya, tadi malam saya diminta untuk menyaksikan penggeledahan. Usai digeledah polisi membawa busur dan anak panah. Mereka juga membawa dua buah HP," ungkap Ketua RT 2 RW 7 Lingkungan Jatimalang, Susilo Iswanu, Sabtu (24/8/2019).


End of content

No more pages to load