Acara TOT yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung (foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

Acara TOT yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung (foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)



Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Tulungagung mengikuti Training Program Sekolah & Madrasah Sehat bagi guru Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah (UKS/M) kerjasama PT Unilever Indonesia, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan LSM SPEKTRA Surabaya.

Training ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/8) dengan peserta sebanyak 200 guru UKS/M yang berasal dari 150 SD dan 50 MI.

Rachman Windhiarto selaku Wakil Direktur SPEKTRA menjelaskan, tujuan training ini untuk mendorong terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat dengan merevitalisasi UKS melalui serangkaian kegiatan kampanye, edukasi dan implementasi kegiatan di sekolah/ madrasah.

Untuk menjalankan Trias UKS (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat) akan didukung materi pendukung 7 pembiasaan sehat terintegrasi untuk diimplementasikan di masing-masing sekolah/ madrasah sasaran program.

“Kegiatan ini sangat penting, dalam pembelajaran untuk siswa. Makanya ini yang diundang dari PJOK dan UKS karena ini juga mengandung pembentukan karakter. Untuk itu kita biasakan hidup bersih dan sehat,"  kata Bina Andari Nurmaning, SE, MM. Kabid Pembinaan SD dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/08) siang.

Lebih lanjut, Bina Andari menegaskan jika kegiatan itu sudah masuk dalam kurikulum sekolah dasar yaitu dalam pembinaan karakter siswa.

"Ini sudah masuk dalam kurikulum pembelajaran siswa terutama pembinaan karakter, anak-anak kita dorong untuk melakukan kebiasaan sesuatu yang benar, bukan membiasakan sesuatu yang biasanya," terangnya.

Setelah mendapat pelatihan ini, para PJOK dan UKS yang berada di tiap sekolah akan didorong menyosialisaikan hasilnya ke para siswa. 
"Tindak lanjutnya dari guru PJOK dan UKS agar yang didapat dari TOT disampaikan pada siswa agar hal ini hasilnya dilaporkan ke dinas," papar Bina Andari.

Senada dengan Disdikpora, Kementerian Agama Tulungagung melalui Rahmat Harris, SH menyambut gembira kegiatan yang dilangsungkan dan menggandeng lembaga pendidikan yang dibawah naungan kementerian agama.

"Terima kasih Spektra dan Unilever yang telah menggandeng lembaga pendidikan di Kemenag yang melibatkan madrasah ibtidaiyah," kata Haris.

Haris berharap, kegiatan yang mempunyai nilai penting bagi siswa ini juga direspon pihak lain untuk melakukan hal yang sama. Pihaknya akan melakukan sosialisasi ke siswa hasil yang didapatkan agar kebiasaan hidup sehat dan bersih dimulai dari usia dini dan menjadi budaya ke depan.

"Saya minta banyak pihak yang merespon kegiatan ini, sehingga para guru UKS di sekolah bisa melakukan hasil sosialisasi ke lembaga masing-masing," kata Haris.

Harapannya, para guru PJOK dan UKS dituntut untuk menerapkan tujuh pembiasaan sehat bagi siswa di sekolah. Dimulai dari cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, sikat gigi teratur, minum air bebas kuman, toilet dan kamar mandi bersih, pengelolaan sampah, dan pencegahan penyakit demam berdarah.

Dari keterangan Bina Andari dan Rahmad Haris, baik di sekolah SD dan MI di Kabupaten Tulungagung, sudah banyak sekolah yang menerapkan beberapa poin dari indikator sekolah sehat, termasuk infrastruktur toilet bersih dan indikasi lain di sekolah.


End of content

No more pages to load