Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



TULUNGAGUNGTIMES-Memasuki musim kemarau, selain ancaman kekeringan, beberapa penyakit menular mulai mengintai masyarakat Tulungagung.

Biasanya penyakit menular ini adalah penyakit gangguan pencernaan seperti Kolera, Disentri, Diare, Typus dan Hepatitis A.

Penyakit-penyakit ini  bisa dengan gampang menular melalui pola hidup yang tidak sehat, apalagi pada musim kemarau seperti ini potensi kekeringan air di sejumlah daerah rawan terjadi, sehingga berimbas pada penghematan penggunaan air bersih untuk sanitasi.

Padahal dalam hal sanitasi diri dan lingkungan, keberadaan air bersih sangat diperlukan.

"Ketika kekeringan maka yang pertama dihemat adalah penggunaan air padahal kebutuhan manusia akan air dalam sehari itu cukup banyak, idealnya 80 liter perhari per orang," ujar Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka.

Temuan penyebaran penyakit Hepatitis A di Trenggalek dan Pacitan beberapa waktu lalu, kata Didik meningkatkan kewaspadaan pihaknya akan potensi penularan serupa di wilayah Tulungagung yang berbatasan dengan Trenggalek, hasilnya sampai saat ini tidak ada temuan maupun laporan tentang penyebaran penyakit tersebut di wilayah Tulungagung.

"Hepatitis A menjadi salah satu ancaman, apalagi kejadian di Trenggalek dan Pacitan, tapi sampai sekrang belum ada laporan kasus seperti itu di Tulungagung" ungkapnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai potensi adanya penyebaran peyakit seperti diare dan Typus di Tulungagung, pihaknya memastikan kedua penyakit tersebut masih bisa dikendalikan.

Pihaknya tidak memungkiri, temuan seperti itu masih ada di Tulungagung, namun jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Tulungagunh saat ini.

"Memang setiap tahun ada, tapi tidak sampai menular artinya begitu kita temukan langsung kita obati sehingga tidak sampai menular" pungkasnya.

Selain mengancam masyarakat yang ada di daerah rawan kekeringan, penyakit seperti ini juga bisa saja muncul di pemukiman kumuh dan tidak mengutamakan kebersihan sehingga pihaknya berharap masyarakat bisa lebih waspada dan tetap menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.


End of content

No more pages to load