SD Negeri 1 Bendilwungu hanya dapat 1 murid tahun ini / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

SD Negeri 1 Bendilwungu hanya dapat 1 murid tahun ini / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES



Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Tulungagung membenarkan jika akan menutup sekolah yang kesulitan mendapatkan murid. Hal itu setelah diketahui di sejumlah SD negeri di Kecamatan Sumbergempol sepi peminat.

Diantaranya terjadi di SDN Bendilwungi 1 yang hanya mendapatkan 1 murid, dan di SDN Wonorejo 2 serta SDN Sumberdadi 2 tidak mendapatkan murid baru.

SD negeri yang sepi peminat di Kecamatan Sumbergempol ini tidak lepas dari menjamurnya SD swata berbasis agama dan diminati orang tua murid.

“Orang tua banyak yang menginginkan anaknya kenal agama sejak dari SD,” ujar Sekretaris Dinas Haryo Dewanto Selasa (16/07) siang.

Pria yang akrab dipanggil Yoyok itu mengatakan, pihaknya belum menerima laporan lengkap dari bidang SD karena proses pendaftaran masih berjalan. Yoyokpun memastikan jika kondisi ini akan menjadi pembahasan khusus, demi keberlangsungan lembaga pendidikan ke depan.

Senada dengan UPT dinas pendidikan Sumbergempol, Yoyok juga menegaskan jika memungkinkan SD negeri yang sepi peminat akan digabungkan dengan SD terdekat.

“Tentu harus ada kajian, apa mungkin digabung. Perlu dipelajari aspek-aspek penyebabnya,” ujarnya.

Bahkan untuk SD negeri yang tidak mendapatkan siswa, memungkinkan untuk ditutup. Alasannya, jika diepertahankan justru akan merugikan para guru dan siswa yang tersisa.

Para guru akan kesulitan mendapatkan jam mengajar, dan tidak mendapatkan tunjangan sertifikasi.

“Kan kasihan juga kalau mereka tidak bisa mendapatkan tunjangan, karena jam mengajar yang kurang. Lebih baik ditutup, gurunya dipindah,” tutur Yoyok.

Selain itu para siswa tersisa juga rugi, karena tidak bisa mendapatkan Bantuan Operasional Siswa (BOS).

Sebab syarat minimal untuk mendapatkan BOS adalah 10 siswa.

Sat ini SD negeri yang memungkinkan untuk ditutup adalah SDN Sumberdadi 2. Namun proses penutupan harus dirapatkan lebih dulu bersama Bidang SD, Kepala Dindikpora, dan para pemangku kepentingan, serta dilaporkan ke bupati.

“Kalau tidak ada siswa mau bagaimana lagi selain ditutup,” paparnya.

Sebelumnya, kepala UPT dinas Pendidikan Kecamatan Sumbergempol Jumrotin melalui koordinator Tata Usaha Supriyono mengatakan hingga hari ini belum ada laporan jumlah murid yang masuk di masing-masing sekolah di wilayah kerjanya. Hal itu lantaran pendaftaran masih berjalan atau belum ditutup. 
"Kita belum mendapatkan laporan, namun memang ada sejumlah sekolah yang kesulitan mendapatkan murid," aku Supriyono.

Yang menjadi masalah menurutnya, untuk sejumlah SD di Kecamatan Sumbergempol yang kesulitan mendapatkan murid karena banyaknya sekolah swasta yang ada.

"Masih akan kita pelajari, semua sekolah sudah kita minta berusaha mendekati pihak desa dan orang tua, tapi mau apalagi jika ternyata ada sekolah yang sepi peminat," terang Supriyono.

Selain SDN Bendilwungu 1, Wonorejo 2 dan Sumberdadi 2 sekolahan lain seperti Trenceng dan Mirigambar 2 juga kesulitan mendapatkan murid. 
"Rencananya yang lokasinya dekat akan kita gabungkan, sedang SDN Sumberdadi 2 akan diusulkan untuk ditutup, karena tidak ada peminat," pungkasnya.


End of content

No more pages to load