Sejumlah sepeda dan dorr prize yang dibagikan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Sejumlah sepeda dan dorr prize yang dibagikan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Berbagai cara dilakukan oleh panitia pemilihan kepala desa (pilkades) untuk meningkatkan kehadiran masyarakat dalam proses pemungutan suara pilkades. Seperti di Desa/Kecamatan Ngunut dan Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu.

Di desa Ngunut, panitia membagikan sepeda bagi pemilih yang memanfaatkan hak pilihnya dalam pilkades. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 25 sepeda dan doorprize lainya senilai hampir 50 juta.

“Itu semua sumbangan dari masyarakat berupa barang,” ujar Ketua Panitia Pilkades Desa Nguntu, Eko pada awak media, Selasa (9/7/19).

Dorr prize dibagikan kepada pemilih dengan cara diundi, yang dilakukan setelah jalanya penghitungan surat suara pilkades. Masing-masing pemilih mendapatkan 1 kupon undian. “Prediksinya sore hari (diundi),” lanjutnya.

Jumlah pemilih di Desa Ngunut ada 12.734 yang terbagi di 10 dusun. Ada 2 calon kades yang bertarung dalam pilkades di Desa Ngunut.

Keduanya merupakan suami istri. Pasalnya kades yang lama, Abdullah merupakan calon tunggal dalam pilkades di Desa Ngunut, sehingga di pasangkan dengan istrinya Harsiati.

Takut jumlah pemilih yang hadir di TPS kecil, panitia akhirnya meningkatkan kehadiran masyarakat dengan dorr prize ini. Hasilnya, dapat dilihat tingkat kehadiran masyarakat mencapai sekitar 80%. “Tingkat kehadiran mendekati 80%,” tandas Eko.

Sama halnya dengan desa Gedang sewu Kecamatan Boyolangu. Calon kades yang bertarung juga suami istri. Yaitu Miswan yang menjabat Kades periode 2013-2019 dan istrinya Sulastri.

Berbeda dengan Nguntu yang memberikan dorr prize, di desa ini untuk menarik kehadiran masyarakat, panitia menyediakan makanan gratis bagi seluruh pemilih. Hasilnya pun juga tak jauh beda dengan Desa Ngunut.

“Tingkat kehadiran mencapai 80%,” ujar ketua panitia pilkades Desa Gedang sewu, Muhammad Tamrin.

Ada sekitar 2.817 pemilih di desa ini yang terbagi di 16 RT. Tiap RT menyediakan menu makanan berbeda di 22 stand. Anggaran penyediaan makanan ini berasal dari sumbangan warga sekitar. “Tiap pemilih dinaggarkan 5-6 ribu per porsi,” terangnya.

Makanan yang disajikan bervariatif, mulai dari nasi pecel, soto, sompil dan makanan lainya.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, Usmalik mengatakan animo masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkades tergolong tinggi.

Dari beberapa lokasi yang dikunjunginya bersama Forkopimda, animo masyarakat mencapai 80%. Hal itu lantaran kades yang terpilih bersentuhan lamngsung dengan masyarakat.

“Masyarakat memang pingin memilih pemimpin yang dikehendaki masyarakat,” ujar Usmalik.


End of content

No more pages to load