Meme yang beredar di media sosial / Foto : Media Sosial  / Tulungagung TIMES

Meme yang beredar di media sosial / Foto : Media Sosial / Tulungagung TIMES


Editor

A Yahya


Gelaran pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Tulungagung memasuki masa tenang. Kegiatan kampanye dan segala atribut telah dibersihkan meskipun di beberapa desa justru atribut dari panitia tampak belum diturunkan.

Masyarakat mempunyai waktu berpikir dan merenungkan siapa calon kepala desa (cakades) yang akan memimpin desa mereka selama enam tahun ke depan. Rencananya, pemilihan kepala desa  akan digelar pada Selasa (09/7) dan diikuti 239 desa di Kabupaten Tulungagung. 

"Harapan dari warga masyarakat khususnya yang ada di desa adalah lebih transparans di semua aspek. Baik itu dalam pendataan bantuan sosial, pembangunan, KIS bahkan informasi sekecil apapun yang berkaitan tentang hak warga agar tepat sasaran serta  bisa diketahui publik," kata Bambang Tri Wahyudo warga Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru, Sabtu (06/07) sore.

Sementara itu warga yang lain, Yulia yang berdomisili di desa Bukur Kecamatan Sumbergempol berharap agar kepala desa yang baru terpilih kelak bisa mengayomi masyarakat yang dipimpin. "Inginya kepala desa yang baru bisa mengayomi masyarakatnya. Jangan cuma janji-janji tapi kenyataan saja," kata Yulia warga desa Bukur RT 3 RW 1 dusun Ngampel.

"Untuk pemerintahan tingkat desa, bantuan-bantuan  masih ada yang kurang tepat sasaran. Contoh masih banyak sistim yg dekat perangkat desa mesti dapat. Entah itu bantuan apa saja dari pemerintah," ungkap Sutrisno warga desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru.

Sementara itu, warga desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol mengungkapkan jika sebagai warga pilkades hanya merupakan pesta demokrasi biasa. Jangan sampai masalah pilihan warganya menjadi terbelah gara-gara beda pilihan.

Untuk diketahui, di desa wonorejo ada 4 calon. Sebanyak  3 di antaranya adalah calon yang sama di periode yang lalu. "Harapan kami warga Wonorejo pada pilkades periode ini, jangan sampai terulang seperti periode kemarin dimana ada kecurangan di kotak suara. Siapa pun yang akan terpilih duduk di kursi kepala desa bisa membawa desa kami lebih maju dan kondusif dan ayem tentrem gemah ripah loh jinawi," tegasnya.


End of content

No more pages to load