Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno (istimewa)

Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno (istimewa)



Tidak hanya di dalam Negeri nama Bung Karno pun begitu harum di luar negeri. Presiden pertama Indonesia ini begitu dikagumi dan disegani oleh negara lain.

Kiprah Bung Karno di manca negara yang begitu disegani memang harus diakui. Dan sampai saat ini tidak ada Presiden Indonesia yang mampu menandingi pamor Putra Sang Fajar ini.

Sosok yang gagah dan berani yang dimiliki Presiden Indonesia pertama ini sudah pasti mempunyai pengaruh yang besar, setidaknya terhadap negara-negara yang pernah dikunjunginya.

Apa yang dikatakannya menjadi sebuah hal yang sangat dipertimbangkan. Dalam karir kepemimpinannya setidaknya lima kali mengutarakan keinginannya kepada suatu negara dan benar-benar dituruti.

1. Menyelamatkan Universitas Al Azhar

Universitas Al Azhar di Mesir merupakan salah satu pusat pendidikan Sastra Arab dan Pengkajian Islam Seni di dunia. Dan merupakan universitas pemberi gelar tertua di dunia.

Namun pernah pada tahun 1955, Presiden Mesir kala itu Gamal Abdul Nasir berencana ingin menutup Al Azhar lantaran alasan politik.

Hal ini tentu menghebohkan umat muslim seluruh dunia termasuk Bung Karno. Mendengar hal itu kemudian Bung Karno berkunjung ke Mesir dengan tujuan menyelamatkan Al Azhar.

Bung Karno pun menemukan Presiden Gamal yang dikenal Presiden yang otoriter, namun dengan Bung Karno ia kemudian bisa lebih menerima kritikan.

Pada pertemuannya dengan Presiden Mesir, Bung Karno pun mengatakan kenapa harus menutup Al Azhar, padahal Al Azhar adalah simbol yang sudah kental dengan Mesir. Bung Karno juga mengatakan bahwa orang Indonesia mengenal Mesir karena universitas itu.

Mendengar saran dari Bung Karno kemudian Presiden Gamal akhirnya membatalkan rencananya menutup Al Azhar. Dan hingga kini kampus tersebut masih terus berjalan dan menelurkan lulusan terbaik dari seluruh dunia.

2. Masjid Biru Saint Petersburg Rusia

Dalam sejarah Indonesia dan Rusia di era Bung Karno pernah memiliki hubungan yang mesra. Di masa Bung Karno, negara federasi ini bahkan sering menyuplai persenjataan untuk Indonesia.

Bung Karno pun sendiri memiliki peran besar bagi Rusia, terutama untuk para muslim di sana.

Suatu ketika Bung Karno mendengar cerita bahwa gudang persenjataan dan obat-obatan milik militer Rusia itu awalnya adalah masjid lalu dihancurkan kemudian dijadikan gudang.

Mengetahui itu Bung Karno pun merasa miris, lalu ia langsung mendesak Presiden Nikita Khrushchev kala itu untuk membuat tempat ini kembali berfungsi sebagai tempat ibadah.

Tanpa perlu membantah apapun sang Presiden Rusia itupun menuruti perintah Bung Karno. Alhasil, sampai saat ini masjid dengan ornamen yang indah itu tetap berdiri kokoh dan bisa digunakan untuk umat muslim di Rusia.

3. Menemukan Makam Imam Bukhori

Bagi umat Islam Imam Bukhori adalah sosok yang sangat penting, beliau adalah dikenal kesolehannya tanpanya mungkin umat muslim tidak tahu banyak tentang jejak kisah Nabi Muhammad SAW.

Yang mengejutkan bagi dunia muslim adalah bahwa Bung Karno lah penemu Makam Imam Bukhori itu.

Kronologinya sendiri diawali oleh desakan oleh Bung Karno kepada Presiden Rusia untuk menemukan makam ini.

Pihak setempat hampir patah harapan karena kesulitan untuk menemukan makam tersebut. Hingga setelah pencarian kesekian kalinya dengan susah payah mereka kemudian menemukan makam tersebut.

Pertama ditemukan Makam Imam Bukhori sangat tidak terawat, namun semenjak itu hingga kini keadaannya sudah jauh berubah lebih bagus. Dan makam ini sekarang jadi tempat ziarah populer umat muslim sedunia.

4. Jasa Bung Karno di Tandusnya Arafah

Padang Arafah dulunya hanya berupa gurun tandus yang panasnya sangat menyengat, kini tempat tersebut dipenuhi oleh banyak pohon. Sehingga suasana yang awalnya panas menjadi sejuk dan nyaman.

Percaya atau tidak hal tersebut terjadi karena jasa Bung Karno, ide tersebut dicetuskan lantaran ketika sedang berhaji Bung Karno merasa kepanasan di Arafah.

Hingga akhirnya ia mengusulkan untuk menanami pohon-pohon di sekitar tempat tersebut.

Para petinggi Arab biasanya keras dan teguh pendirian, namun ketika yang mengatakannya adalah Bung Karno, merekapun akhirnya menurutinya. Hingga hari ini pohon-pohon yang diberi nama pohon Soekarno itupun tumbuh subur dan meluas merindangi Arafah.

5. Turut Merancang Renovasi Masjidil Haram

Pada tahun 1955, Bung Karno menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Dan sebagai seorang arsitek, Bung Karno tergerak memberikan sumbangan ide arsitektural kepada Pemerintahan Arab Saudi agar membuat bangunan untuk melakukan Sa'i menjadi dua jalur dalam bangunan dua lantai.

Pemerintah Arab Saudi akhirnya melakukan renovasi Masjidil Haram secara besar-besaran pada tahun 1966.

Termasuk pembuatan lantai bertingkat, hal itu diperuntukkan bagi umat yang melaksanakan Sa'i agar khusyuk di lantai bawah. Dan lantai bertingkat untuk melakukan tawaf.


End of content

No more pages to load